Showing posts with label pertanian. Show all posts
Showing posts with label pertanian. Show all posts

Wednesday, 18 July 2012

Mencangkok Dan Okulasi

Pembibitan dan perbanyakan tumbuhan

Berbagai jenis tanaman sama sama berkembang biak , tapi tanaman berkembang biak dengan cara yang berbeda beda. Perbanyakan tanaman juga memiliki beberapa jenis cara, diantaranya adalah perbanyakan segara genetatif maupun vegetatif.

1. Perbanyakan secara generatif:
   1. Penyerbukan benang sari.
   2. Biji.
2. Perbanyakan secara vegetatif :
   1. Alami
   2. Buatan



Sekarang artikel ini akan membahas tentang cangkok dan okulasi.

Mari kita mencangkok tanaman.
- Mencangkok adalah menguliti hingga bersih dan
   menghilangkan kambium pada cabang atau
   ranting sepanjang 5-10 cm.
- Tumbuhan dikotil yang dicangkok akan memiliki
   akar serabut,bukan akar tunggang.
- Tumbuhan hasil cangkokan akan lebih cepat
   berbuah dibandingkan tumbuhan yang ditanam
   dari biji dan memiliki sifat yang sama dengan
   induknya. Akan tetapi, tumbuhan hasil cangkokan
   mudah roboh, karena sistem perakarannya adalah
   serabut, dan umurnya lebih pendek dibandingkan
   tumbuhan yang ditanam dari biji.

Bahan bahannya :
1 Pohon .
2 Pisau tajam.
3 Kantong plastik .
4 Tanah gembur.
5 Air.

Cara mencangkok:
1. Pilih cabang atau ranting yang tidak terlalu tua ataupun
    terlalu muda.
2. Kuliti hingga bersih cabang atau ranting tersebut
    sepanjang 5-10 cm.
3. Kerat kambiumnya hingga bersih, dan angin-anginkan.
4. Tutup dengan tanah, kemudian dibungkus dengan
    plastik atau sabut kelapa. Ikat pada kedua ujungnya
    seperti membungkus permen. Bila menggunakan
    plastik, lubangi plastiknya terlebih dahulu.
5. Jaga kelembaban tanah dengan cara menyiramnya
    setiap hari.
6. Setelah banyak akar yang tumbuh, potong cabang atau
    ranting tersebut, dan tanamlah di dalam tanah.



Mari kita mengokulasi tanaman.

Bahan bahannya:
1 Dua pohon berjenis sama.
2 Pisau tajam.
3 Tali.
4 Tunas tanaman.

Cara mengokulasi:
1. kamu harus memiliki bibit dari biji yang sudah berumur
    6-8 bulan sebagai batang bawah.
2. “Jendela” okulasi dibuat pada ketinggian 10 cm dari
    permukaan tanah dengan ukuran jendela 1 cm x 5 cm
3. Mata entres yang akan digunakan sebagai batang atas
    dipilih dari tunas cabang yang sehat.
4. Ukuran mata entres yang telah diambil dari cabang
    entres dibuat lebih kecil dari ukuran “jendela” okulasi.
5. Kemudian mata entres ditempelkan atau dimasukkan
    didalam jendela, diikat rapat dengan menggunakan tali
    rafia atau plastik.
6. Periksalah okulasi 2-3 minggu kemudian.

Okulasi berhasil tumbuh bila warna tunas tetap hijau. Bila berwarna cokelat berarti okulasi gagal.

Keuntungan dari okulasi :
1 ada beberapa warna di satu pohon .
2 menjadi tanaman yang baru sifatnya.

Contoh tanaman yang bisa diokulasi :

Monday, 16 July 2012

Segarnya Budidaya Kangkung Darat

Tidak asing lagi kangkung telah menjadi sayuran yang sudah biasa menjadi santapan sehari-hari. Berbagai masakan dari sayur yang satu ini kerap menghiasi hidangan di rumah makan atau di rumah-rumah. Karena dianggap hal yang biasa maka tidak banyak yang melirik potensi bisnis kangkung. Pada dasarnya ada dua jenis sayuran kangkung yang saat ini diperjual belikan yaitu kangkung air dan kangkung darat. Kangkung yang kedua ini sering pula disebut dengan kangkung cabut.

Jika anda berminat dalam bisnis budidaya kangkung namun tidak memiliki lahan perairan, tidak perlu khawatir, anda bisa mencoba budidaya Kangkung darat atau kangkung cabut. Kangkung darat atau kangkung cabut biasa ditanam dari biji dan setelah cukup umur akan dipanen dengan cara mencabut. Meski namanya kangkung cabut namun anda tidak harus mencabut kangkung satu persatu, anda bisa memotongnya dan kangkung akan tumbuh kembali untuk dipanen lagi saat sudah masa panen. Jadi tidak harus selalu invest membeli benih lagi.

Untuk memulai budidaya kangkung darat yang perlu dipersiapkan adalah lahan untuk menanam. Tanaman kangkung darat dapat dibudidayakan pada areal persawahan atau lahan di pekarangan yang tidak terpakai. Yang penting diperhatikan lahan harus cukup gembur dan subur. Tambahkan pupuk kandang pada lahan untuk menambah kesuburan tanah. Jika tidak ada pupuk kandang bisa menggunakan pupuk kimia, tetapi pupuk kandang lebih baik dan ideal.

Setelah lahan siap tebarkan biji kangkung darat pada lahan, jika anda telaten bisa diatur agar pola penyebaran biji kangkung merata dan tidak saling berhimpitan. Biji Kangkung darat bisa anda dapatkan pada toko-toko pertanian. Setelah biji kangkung ditebarkan, upayakan tanah dalam kondisi lembab dengan menyiram air secara berkala jika tidak sedang musim penghujan.

Pada usia 3-4 hari biji kangkung darat akan mulai tumbuh menjadi kecambah dan perlahan-lahan bertambah ukurannya. Hingga usia kurang lebih 25 hari kangkung darat sudah bisa dipanen dan dipasarkan. Pemanenan bisa dilakukan dengan mencabut atau memotong batang kangkung. Tunggu hingga potongan batang kangkung tumbuh kembai dan siap dipanen. Yang penting diperhatikan adalah pemberian pupuk tambahan setelah masa panen karena akan menunjang pertumbuhan sayuran kangkung secara lebih baik.
Perawatan budidaya kangkung darat atau kangkung cabut ini relatif mudah. Anda hanya perlu menyirami tanaman kangkung jika kurang air karena pada dasarnya tanaman kangkung memerlukan cukup banyak air. Selain itu perlu diwaspadai hama yang sering menyerang tanaman kangkung yaitu belalang dan ulat. Cara mengatasinya bisa disemprotkan insektisida, lebih baik lagi insektisida organik. Selamat Mencoba.(Galeriukm).

Budidaya Buah Naga Di Lahan Kritis

Buah Naga (Dragon Fruit) menjadi buah favorit di tanah air beberapa tahun terakhir ini. Buah yang konon aslinya dari Meksiko ini dikenal memiliki beberapa kelebihan. Selain kemampuan hidup pohon buah naga pada lahan kritis, khasiat yang terkandung pada buah naga juga dikenal mampu mengobati berbagai macam penyakit. Kandungan Buah naga yang kaya akan serat,vitamin, dan mineral diyakini mampu menyembuhkan penyakit kanker, diabetes melitus, jantung, stroke dan lain sebagainya.

Pada awalnya buah naga banyak dipasarkan untuk ekspor dan kalangan tertentu di dalam negeri. Meski saat ini sudah banyak dijumpai di pasar swalayan, permintaan buah naga masih cukup tinggi.

Di Indonesia Sendiri sentra budidaya Buah Naga juga masih relatif sedikit. Salah satu sentra budidaya buah naga adalah Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Lahan pantai yang tandus di wilayah pantai Glagah Kulonprogo disulap menjadi kebun Buah naga yang sejuk. Bukan hanya sekedar sebagai kebun buah, namun juga difungsikan sebagai kawasan Agrowisata Buah Naga.


Buah Naga

Agrowisata yang dikenal dengan nama Kusuma Wanadri ini merupakan rintisan dari Romo Paulus Tribarta Budiharjo sejak tahun 2003. Kini Agrowisata Buah Naga Kusuma Wanadri telah menjadi referensi dari investor atau orang yang ingin menekuni bisnis budidaya buah naga.

Dalam menjalankan bisnis budidaya buah naga, bisa dipanen dalam waktu enam sampai sembilan bulan. Masa panennya antara bulan Mei sampai September, dengan tingkat produktifitas buah naga setiap tiang mencapai 150- 200 kilogram per tahun.(Galeriukm).

Teknik Budidaya Jamur Tiram

Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur yang cukup populer di tengah masyarakat Indonesia, selain Jenis jamur lainnya seperti jamur merang, jamur kuping dan jamur shitake. Pada umumnya jamur tiram dikonsumsi oleh masyarakat sebagai sayuran untuk kebutuhan sehari-hari. Namun sebagian orang menjalankan bisnis olahan jamur tiram misalnya berbentuk keripik jamur tiram dan bentuk lain. Jamur tiram adalah jenis jamur kayu yang memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jamur kayu lainnya. Jamur tiram mengandung protein, lemak, fospor, besi, thiamin dan riboflavin lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jamur lain. Jamur tiram mengandung 18 macam asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dan tidak mengandung kolesterol


Budidaya jamur tiram memiliki beberapa keunggulan dan kemudahan dalam proses budidayanya sehingga dapat dikelola sebagai usaha sampingan ataupun usaha ekonomis skala kecil, menengah dan besar (Industri). Negara-negara yang telah mengembangkan budidaya jamur tiram sebagai agrobisnis andalan dan unggulan adalah Cina, belanda, Spanyol, Prancis, Belgia dan Thailand. Negara-negara tersebut trermasuk produsen jamur terbesar di dunia.

Jika anda tertarik menekuni usaha budidaya jamur tiram ini, hal penting yang harus dipenuhi adalah menciptakan dan menjaga kondisi lingkungan pemeliharaan (cultivation) yang memenuhi syarat pertumbuhan jamur tiram. Hal lain yang penting adalah menjaga lingkungan pertumbuhan jamur tiram terbebas dari mikroba atau tumbuhan pengganggu lainnya. Tidak jarang pembudidaya jamur tiram mendapati baglog(kantong untuk media jamur tiram) ditumbuhi tumbuhan lain selain jamur tiram, hal ini disebabkan proses sterilisasi yang kurang baik dan lingkungan yang tidak kondusif.

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk melakukan budidaya jamur tiram ini, tahapan pemeliharaan atau penanaman jamur tiram meliputi persiapan sarana produksi dan tahapan budidaya jamur tiram. Tahapan ini merupakan proses budidaya jamur tiram dari mulai pembuatan media sampai proses pemanenan jamur tiram. Jika anda tidak ingin repot menyemai benih, anda bisa membeli baglog yang sudah siap dengan benih jamur tiram yang sudah siap dibudidayakan.

Persiapan Budidaya Jamur Tiram

Bangunan/Ruangan Budidaya Jamur Tiram
Pada dasarnya bangunan bisa memanfaatkan ruangan yang ada dalm rumah, biasanya bangunan untuk budidaya Jamur Tiram bangunan jamur terdiri dari beberapa ruangan, diantaranya:

1. Ruang persiapan
Ruang persiapan adalah ruangan yang berfungsi untuk melakukan kegiatan Pengayakan, Pencampuran, Pewadahan, dan Sterilisasi.

2. Ruang Inokulasi
Ruang Inokulasi adalah ruangan yang berfungsi untuk menanam bibit pada media tanam, ruang ini harus mudah dibersihkan, tidak banyak ventilasi untuk menghindari kontaminasi (adanya mikroba lain).

3. Ruang Inkubasi
Ruangan ini memiliki fungsi untuk menumbuhkan miselium jamur pada media tanam yang sudah di inokulasi (Spawning). Kondisi ruangan diatur pada suhu 22 – 28 derajat C dengan kelembaban 60% – 80%, Ruangan ini dilengkapi dengan rak-rak bambu untuk menempatkan media tanam dalam kantong plastic (baglog) yang sudah di inokulasi.

4.Ruang Penanaman
Ruang penanaman (growing) digunakan untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Ruangan ini dilengkapi juga dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot/pengabutan. Pengabutan berfungsi untuk menyiram dan mengatur suhu udara pada kondisi optimal 16 – 22 derajat C dengan kelembaban 80 – 90%.

Peralatan Dan Bahan Budidaya Jamur Tiram

Peralatan yang digunakan pada budidaya jamur diantaranya, Mixer, cangkul, sekop, filler, botol, boiler, gerobak dorong, sendok bibit, centong.
Bahan-bahan yang digunakan dalam budidaya jamur tiram adalah Serbuk kayu, bekatul (dedak), kapur (CaCO3), gips (CaSO4), tepung jagung (biji-bijan), glukosa, kantong plastik, karet, kapas, cincin plastik.

Proses dan Teknik Budidaya Jamur Tiram

Dalam melaksanakan Budidaya Jamur Tiram ada beberapa proses dan kegiatan yang dilaksanakan antara lain:

1. Persiapan Bahan
Bahan yang harus dipersiapkan diantaranya serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan glukosa.

2. Pengayakan
Serbuk kayu yang diperoleh dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman yang kurang baik, hal ini berakibat tingkat pertumbuhan miselia kurang merata dan kurang baik. Mengatasi hal tersebut maka serbuk gergaji perlu di ayak. Ukuran ayakan sama dengan untuk mengayak pasir (ram ayam), pengayakan harus mempergunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan pasir

3. Pencampuran
Bahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji selanjutnya disiram dengan air sekitar 50 – 60 % atau bila kita kepal serbuk tersebut menggumpal tapi tidak keluar air. Hal ini menandakan kadar air sudah cukup.

4. Pengomposan
Pengomposan adalah proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk gergaji kemudian menutupinya dengan plastic

5. Pembungkusan (Pembuatan Baglog)
Pembungkusan menggunakan plastik polipropilen (PP) dengan ukuran yang dibutuhkan. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media ke dalam plastik kemudian dipukul/ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan filler (alat pemadat) kemudian disimpan.

6. Sterilisasi
Sterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 – 100 derajat C selama 12 jam.

7. Inokulasi (Pemberian Bibit)
Inokulasi adalah kegiatan memasukan bibit jamur ke dalam media jamur yang telah disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian diikat dengan karet dan ditutup dengan kapas. Bibit Jamur Tiram yang baik yaitu:
- Varitas unggul
- Umur bibit optimal 45 – 60 hari
- Warna bibit merata
- Tidak terkontaminasi

8. Inkubasi (masa pertumbuhan miselium) Jamur Tiram
Inkubasi Jamur Tiram dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan kondisi tertentu. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 – 60 hari.

9. Panen Jamur Tiram
Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal, pemanenan ini biasanya dilakukan 5 hari setelah tumbuh calon jamur. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan mempermudah pemasaran. (Galeriukm).

Tuesday, 10 July 2012

Peran Penyuluh Pertanian

PENDAHULUAN
Banyaknya jumlah penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian menunjukkan demikian besar peranan sektor pertanian dalam menopang perekonomian dan memiliki implikasi penting dalam pembangunan ekonomi ke depan.Untuk membangun pertanian dibutuhkan SDM yang berkualitas. Lebih dari itu, tersedianya SDM yang berkualitas merupakan modal utama bagi daerah untuk menjadi pelaku (aktor), penggerak pembangunan di daerah. Karena itu untuk membangun pertanian, kita harus membangun sumber daya manusianya. SDM yang perlu dibangun di antaranya adalah SDM masyarakat pertanian (petani-nelayan, pengusaha pertanian dan pedagang pertanian), agar kemampuan dan kompetensi kerja masyarakat pertanian dapat meningkat, karena merekalah yang langsung melaksanakan segala kegiatan
usaha pertanian di lahan usahanya. Hal ini hanya dapat dibangun melalui proses belajar dan mengajar dengan mengembangkan sistem pendidikan non formal di luar sekolah secara efektif dan efisien di antaranya adalah melalui penyuluhan pertanian.Melalui penyuluhan pertanian, masyarakat pertanian dibekali dengan ilmu, pengetahuan, keterampilan, pengenalan paket teknologi dan inovasi baru di bidang pertanian dengan sapta usahanya, penanaman nilai-nilai atau prinsip agribisnis, mengkreasi sumber daya manusia dengan konsep dasar filosofi rajin, kooperatif, inovatif, kreatif dan sebagainya. Yang lebih penting lagi adalah mengubah sikap dan perilaku masyarakat pertanian agar mereka tahu dan mau menerapkan informasi anjuran yang dibawa dan disampaikan oleh penyuluh pertanian.
DINAMIKA PENYELENGGARAAN PENYULUHAN
Kegiatan penyuluhan pertanian di Indonesia dilaksanakan oleh Departemen Pertanian resmi dimulai 1 Januari, 1905. Di daerah, tugas tersebut dilaksanakan oleh Pangereh Praja atas perintah kepada petani. Pada tahun 1921, kegiatan penyuluhan dilaksanakan oleh Dinas Penyuluhan Pertanian, dalam bidang tanaman pangan dan perkebunan, disamping perkereditan (Abbas 1995).
Gerakan penyuluhan pertanian di Indonesia, diprakarsai oleh pemerintah, berbeda dengan gerakan penyuluhan di Inggris dan Amerika yang diprakarsai oleh masyarakat. Sejak awal, kegiatan penyuluhan pertanian di Indonesia, diposisikan sebagai instrumen untuk mensukseskan program-program pemerintah. Periode (1945-1959), penyuluhan diintegrasikan dengan Rencana Kesejahteraan Istimewa (RKI). Penyuluhan pertanian dicirikan oleh pendirian Balai Pendidikan Masyarakat Desa (BPMD). Kegiatannya mendidik masyarakat desa dengan menggunakan sistem penyuluhan tetesan minyak. Periode (1959-1963) penyuluhan pertanian dengan sistem tetesan minyak, yang dicirikan oleh meningkatkan partisipasi petani secara sukarela, diubah menjadi gerakan massa. Penyuluhan diintegrasikan dengan gerakan swasembada beras. Permasalahan kekurangan pangan yang menonjol dalam periode ini, dipecahkan dengan penyebar luasan penggunaan teknologi, melalui kegiatan penyuluhan pertanian.
Periode (1966-1986) merupakan periode keemasan. Periode sebelum tahun 1986 menempatkan penyuluhan pertanian dalam koordinasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan pendekatan sistem Latihan dan Kunjungan (LAKU). Kegiatan penyuluhan cukup efektif dengan pendekatan pola pembangunan yang sentralistis. Hal ini dilihat dari tercapainya swasembada beras pada tahun 1984. Hal ini dianggap puncak prestasi penyuluhan pertanian di Indonesia (Vitayala at al. 1998). Dari tahun 1984 hingga tahun 1991 penyuluh pertanian dikelola oleh Sekretariat Badan Pengendali BIMAS, untuk mempermudah mobilisasi Penyuluh Pertanian dalam pencapaian sasaran intensifikasi dengan pendekatan sistem kerja LAKU. Selama periode ini penyuluhan pertanian dipergunakan sebagai instrumen untuk memecahkan masalah kelangkaan pangan khususnya beras. Dalam periode ini telah muncul gejala-gejala krisis penyuluhan pertanian di Indonesia Periode (1991-2000) dikeluarkan Surat Keputusan Bersama Mendagri dan Mentan Nomor: 539/kpts/LP.120/7/1991 dan Nomor: 65 Tahun 1991 tentang Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian di daerah, yang menyerahkan urusan penyuluhan pertanian kepada pemerintah daerah. Pada periode ini kondisi penyuluhan pertanian semakin parah. Dinamika penyuluhan pertanian menurun drastis, loyo, kekurangan gairah (Vitayala et al. 1998). Puspadi (2002) menemukan penyelenggaraan penyuluhan pertanian di Indonesia dalam keadaan krisis kelembagaan, legitimasi, anggaran sehingga efektivitas dan kepuasan petani terhadap kegiatan penyuluhan pertanian cenderung rendah dan sangat rendah.

TUJUAN DAN PERANAN PENYULUH DALAM PEMBANGUNAN SDM
Tujuan penyuluhan pertanian adalah dalam rangka menghasilkan SDM pelaku pembangunan pertanian yang kompeten sehingga mampu mengembangkan usaha pertanian yang tangguh, bertani lebih baik (better farming), berusaha tani lebih menguntungkan (better bussines), hidup lebih sejahtera (better living) dan lingkungan lebih sehat. Penyuluhan pertanian dituntut agar mampu menggerakkan masyarakat, memberdayakan petani-nelayan, pengusaha pertanian dan pedagang pertanian, serta mendampingi petani untuk:
(1) Membantu menganalisis situasi-situasi yang sedang mereka hadapi dan melakukan perkiraan ke depan
(2) Membantu mereka menemukan masalah
(3) Membantu mereka memperoleh pengetahuan/informasi guna memecahkan masalah
(4) Membantu mereka mengambil keputusan, dan
(5) Membantu mereka menghitung besarnya risiko atas keputusan yang diambilnya.
Keberhasilan penyuluhan pertanian dapat dilihat dengan indikator banyaknya petani, pengusaha pertanian dan pedagang pertanian yang mampu mengelola dan menggerakkan usahanya secara mandiri, ketahanan pangan yang tangguh, tumbuhnya usaha pertanian skala rumah tangga sampai menengah berbasis komoditi unggulan di desa. Selanjutnya usaha tersebut diharapkan dapat berkembang mencapai skala ekonomis. Semua itu berkorelasi pada keberhasilan perbaikan ekonomi masyarakat, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, lebih dari itu akan bermuara pada peningkatan pendapatan daerah.
Ke depan arah pembangunan, menuju pada industrialisasi di bidang pertanian melalui pengembangan agribisnis yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Hal ini akan bisa diwujudkan dengan lebih dahulu menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas, terutama masyarakat pertanian, sehingga kesinambungan dan ketangguhan petani dalam pembangunan pertanian bukan saja diukur dari kemampuan petani dalam memanage usahanya sendiri, tetapi juga ketangguhan dan kemampuan petani dalam mengelola sumberdaya alam secara rasional dan efisien, berpengetahuan, terampil, cakap dalam membaca peluang pasar dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan dunia khususnya perubahan dalam pembangunan pertanian. Di sinilah pentingnya penyuluhan pertanian untuk membangun dan menghasilkan SDM yang berkualitas.
Upaya mencapai itu semua diperlukan penyelenggaraan penyuluhan pertanian yang baik, selanjutnya dibutuhkan kelembagaan, ketenagaan yang kompeten, mekanisme dan tata kerja yang jelas termasuk supervisi, monitoring dan evaluasi yang efektif dan pembiayaan yang memadai. UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K) sebagai wujud revitalisasi penyuluhan pertanian, telah mengatur penyelenggaraan penyuluhan yang baik. Untuk implementasi UU SP3K tersebut menghendaki kearifan lokal dari otonomi daerah.
Ke depan peran penyuluhan pertanian diposisikan pada posisi yang strategis di mana kelembagaan penyuluhan pertanian berada dan dapat berhubungan langsung dengan bupati, sehingga penyelenggaraan penyuluhan pertanian betul-betul terkoordinir dan bisa berjalan efektif dan efisien.
Semangat usaha yang cenderung menurun akibat dihadapkan pada nilai jual produk yang belum menguntungkan, dan choise dengan produk komoditi usaha tani yang lain yang lebih menguntungkan.
Untuk membangun itu semua, penyuluhan pertanian memegang peranan yang cukup strategis. Agar penyuluhan pertanian dapat berjalan efektif dan efisien, UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K) yang mengatur penyelenggaraan penyuluhan, hendaknya dapat diimplementasikan, tentunya menghendaki adanya kearifan lokal dari otonomi daerah. Namun hal yang cukup fundamental, mentalitas petani sebagai pelaku usaha tani padi perlu diperhatikan. Semangat usaha yang cenderung menurun akibat dihadapkan pada nilai jual produk yang belum menguntungkan, dan choise dengan produk komoditi usaha tani lain yang lebih menguntungkan. Karena itu petani perlu mendapatkan inspirasi yang selalu up to date agar tumbuh motivasi dan gairah usaha dengan konsistensi dan komitmen yang tinggi untuk maju demi peningkatan kualitas SDM pertanian di Indonesia.

FUNGSI, TUGAS PENYULUHAN DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN KE DEPAN
Mewujudkan tujuan pembangunan pertanian memerlukan tiga fungsi yaitu fungsi pengaturan dan pelayanan oleh Dinas, fungsi penyuluhan serta fungsi penelitian. Ketiga fungsi tersebut kedudukannya sepadan dalam melaksanakan pembangunan pertanian. Pertanian di Indonesia, B dicirikan oleh penguasaan lahan relatif sempit, sumber daya petaninya relatif rendah dan beban sektor pertanian dalam menunjang perekonomian relatif berat sehingga permasalahan pembangunan pertanian menjadi semakin kompleks.Fakta empiris di negara-negara maju menunjukkan tingkat kesejahteraan suatu masyarakat sangat ditentukan oleh modal manusia, sosial dari pada modal sumber daya alam. Dalam mewujudkan tujuan pembangunan pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani maka kedudukan fungsi penyuluhan pertanian sangat strategis karena perannya dalam meningkatkan modal manusia pertanian dan modal sosial. Dalam era revolusi triple”T” yaitu telekomunikasi, transportasi, dan tourisme yang terus berjalan, berdampak pada perubahan perilaku masyarakat pedesaan. Puspadi (2002) menemukan munculnya gejala-gejala perubahan budaya dan perilaku para petani.


Gejala Perubahan budaya dan perilaku petani
Dari Ke arah
Menerima dan mengimplementasikan ideologi ” fundamentalisme agraris” Mempertanyakan ideologi ” fundamentalisme agraris” dan menuntut simbul-simbul kehidupan perkotaan dan orang kota
Sistem nilai absolut relatif kuat Munculnya sistem nilai relatif
Menerima kebijakan-kebijakan pembangunan pertanian tanpa syarat Mengkritisi secara rasional dan komersial kebijakan-kebijakan pembangunan pertanian
Otoritas pengambilan keputusan individu dalam usaha tani relatif rendah Otoritas pengambilan keputusan individu dalam usaha tani relatif kuat
Relatif sebagai konsumen teknologi dan informasi pertanian Relatif sebagai produsen teknologi dan informasi pertanian
Perencanaan usaha tani relatif dipengaruhi musim Perencanaan usaha tani relatif dipengaruhi pasar
Penerima perencanaan usaha tani Perencana, pensintesa dan pemecah masalah
Keputusan usaha tani dipengaruhi oleh pengamanan tingkat subsistensi Keputusan usaha tani dipengaruhi oleh tingkat keuntungan dan kecepatan memberikan pendapatan

KESIMPULAN DAN SARAN
Beberapa kelemahan teknologi pertanian salah satunya adalah meredupnya peran penyuluh pertanian. Penyuluh Pertanian sebagai suatu proses belajar yang secara formal fleksibel diyakini merupakan pembelajaran yang tepat dalam rangka meningkatkan kualitas SDM pertanian di Indonesia, terutama dalam mengadopsi teknologi usha tani.
Penyuluh Pertanian pernah berhasil ketika dimulai Program Bimbingan Massal (BIMAS) dengan memasyarakatkan teknologi intensifikasi petanian yang mencapai puncaknya pada 1994 ketika kita berswasembada beras. Keberhasilan tersebut merupakan prestasi tertinggi dunia penyuluhan di indonesia. Kini setelah dua dekade petani kita masih miskin, gurem dan jauh dari sejahtera.Dari kondisi ini sudah sepatutnya muncul semangat bahwa upaya penyuluhan pertanian juga dapat mengubah wajah SDM pertanian di Indonesia saat ini dan kedepan.
Karena itu, slah satu kuncinya adalah harus terjadi revolusi dalam dunis peyuluhan di Indonesia. Para Penyuluh Pertanian masa depan harus mampu mengantisipasi perubahan IPTEK pertanian, dengan kapasitas dan kapabilitas memadai. Maka proses transfer pengetahuan dan keterampilan materi penyuluhan (komunikasi penyuluhan) dapat diselenggarakan denagn lebih baik. Dengan demikian, penyuluh dapat membuat materi yang selalu baru dan pragmatis.

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pertanian. 2008. Pedoman Umum Pelaksanaan Penyuluhan. Jakarta. Pusbangluhtan,Departemen Pertanian .

Hadiat,Aat. 2004. Dinamika Penyuluh Pertanian . Bandung Jurnal Pertanian
Ruswandi, Agus. Rustiadi, Ernan. Mudjikdjo, Kuswardhono.2007. Dampak Konversi Lahan Pertanian Terhadap Kesejahteraan Petani Dan Perkembangan Wilayah : Studi Kasus di Daerah Bandung Utara . Jurnal Agro Ekonomi, Vol 25, No 2, 207 – 219.

Tohir Winarno,1997. Modernisasi Sistem Agribisnis Menuju Visi 2030 . Tani Merdeka Vol IV Tahun 2007.

Djafar Onny Hafsah,. Perembpuan dalam Pembanguan Pertanian . Tani Merdeka Vol VI Tahun 2008.

Budidaya Sawit

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG.
Jagad Indonesia ini memungkinkan dikembangkan tanaman sayur-sayuran yang banyak bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan bagi manusia. Sehingga ditinjau dari aspek klimatologis Indonesia sangat tepat untuk dikembangkan untuk bisnis sayuran.
Di antara tanaman sayur-sayuran yang mudah dibudidayakan adalah caisim. Karena caisim ini sangat mudah dikembangkan dan banyak kalangan yang menyukai dan memanfaatkannya. Selain itu juga sangat potensial untuk komersial dan prospek sangat baik..

Ditinjau dari aspek klimatologis, aspek teknis, aspek ekonomis dan aspek sosialnya sangat mendukung, sehingga memiliki kelayakan untuk diusahakan di Indonesia.
Sebutan sawi orang asing adalah mustard. Perdagangan internasional dengan sebutan green mustard, chinese mustard, indian mustard ataupun sarepta mustard. Orang Jawa, Madura menyebutnya dengan sawi, sedang orang Sunda menyebut sasawi.
B. MANFAAT.
Manfaat sawi sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk. Penyembuh penyakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki dan memperlancar pencernaan.
Sedangkan kandungan yang terdapat pada sawi adalah protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C.
JENIS SAWI
A. KLASIFIKASI BOTANI.
Divisi : Spermatophyta.
Subdivisi : Angiospermae.
Kelas : Dicotyledonae.
Ordo : Rhoeadales (Brassicales).
Famili : Cruciferae (Brassicaceae).
Genus : Brassica.
Spesies : Brassica Juncea.
B. JENIS-JENIS SAWI.
Secara umum tanaman sawi biasanya mempunyai daun panjang, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. Petani kita hanya mengenal 3 macam sawi yang biasa dibudidayakan yaitu : sawi putih (sawi jabung), sawi hijau, dan sawi huma. Sekarang ini masyarakat lebih mengenal caisim alias sawi bakso. Selain itu juga ada pula jenis sawi keriting dan sawi sawi monumen.
Caisim alias sawi bakso ada juga yang menyebutnya sawi cina., merupakan jenis sawi yang paling banyak dijajakan di pasar-pasae dewasa ini. Tangkai daunnya panjang, langsing, berwarna putih kehijauan. Daunnya lebar memanjang, tipis dan berwarna hijau. Rasanya yang renyah, segar, dengan sedikit sekali rasa pahit. Selain enak ditumis atau dioseng, juga untuk pedangan mie bakso, mie ayam, atau restoran cina.
SYARAT TUMBUH
Sawi bukan tanaman asli Indonesia, menurut asalnya di Asia. Karena Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga dikembangkan di Indonesia ini.
Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi.
Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl.
Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang menggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bils di tanam pada akhir musim penghujan.
Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai pH 7.
BUDIDAYA TANAMAN SAWI
Cara bertanam sawi sesungguhnya tak berbeda jauh dengan budidaya sayuran pada umumnya. Budidaya konvensional di lahan meliputi proses pengolahan lahan, penyiapan benih, teknik penanaman, penyediaan pupuk dan pestisida, serta pemeliharaan tanaman.
Sawi dapat ditanam secara monokultur maupun tunmpang sari. Tanaman yang dapat ditumpangsarikan antara lain : bawang dau, wortel, bayam, kangkung darat. Sedangkan menanam benih sawi ada yang secara langsung tetapi ada juga melalui pembibitan terlebih dahulu.
Berikut ini akan dibahas mengenai teknik budidaya sawi secara konvensional di lahan.
A. BENIH.
Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram.
Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil.
Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Dan penanaman sawi yang akan dijadikan benih terpisah dari tanaman sawi yang lain. Juga memperhatikan proses yang akan dilakukan mesilnya dengan dianginkan, tempat penyimpanan dan diharapkan lama penggunaan benih tidak lebih dari 3 tahun.
B. PENGOLAHAN TANAH.
Pengolahan tanah secara umum melakukan penggemburan dan pembuatan bedengan. Tahap-tahap pengemburan yaitu pencangkulan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi udara dan pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki fisik serta kimia tanah yang akan menambah kesuburan lahan yang akan kita gunakan.
Tanah yang hendak digemburkan harus dibersihkan dari bebatuan, rerumputan, semak atau pepohonan yang tumbuh. Dan bebas dari daerah ternaungi, karena tanaman sawi suka pada cahaya matahari secara langsung.
Sedangkan kedalaman tanah yang dicangkul sedalam 20 sampai 40 cm. Pemberian pupuk organik sangat baik untuk penyiapan tanah. Sebagai contoh pemberian pupuk kandang yang baik yaitu 10 ton/ha. Pupuk kandang diberikan saat penggemburan agar cepat merata dan bercampur dengan tanah yang akan kita gunakan.
Bila daerah yang mempunyai pH terlalu rendah (asam) sebaiknya dilakukan pengapuran. Pengapuran ini bertujuan untuk menaikkan derajad keasam tanah, pengapuran ini dilakukan jauh-jauh sebelum penanaman benih, yaitu kira-kira 2 sampai 4 minggu sebelumnya. Sehingga waktu yang baik dalam melakukan penggemburan tanah yaitu 2 – 4 minggu sebelum lahan hendak ditanam. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit (CaMg(CO3)2).
C. PEMBIBITAN.
Pembibitan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk penanaman. Karena lebih efisien dan benih akan lebih cepat beradaptasi terhadap lingkungannya. Sedang ukuran bedengan pembibitan yaitu lebar 80 – 120 cm dan panjangnya 1 – 3 meter. Curah hujan lebih dari 200 mm/bulan, tinggi bedengan 20 – 30 cm.
Dua minggu sebelum di tabur benih, bedengan pembibitan ditaburi dengan pupuk kandang lalu di tambah 20 gram urea, 10 gram TSP, dan 7,5 gram Kcl.
Cara melakukan pembibitan ialah sebagai berikut : benih ditabur, lalu ditutupi tanah setebal 1 – 2 cm, lalu disiram dengan sprayer, kemudian diamati 3 – 5 hari benih akan tumbuh setelah berumur 3 – 4 minggu sejak disemaikan tanaman dipindahkan ke bedengan.
D. PENANAMAN.
Bedengan dengan ukuran lebar 120 cm dan panjang sesuai dengan ukuran petak tanah. Tinggi bedeng 20 – 30 cm dengan jarak antar bedeng 30 cm, seminggu sebelum penanaman dilakukan pemupukan terlebih dahulu yaitu pupuk kandang 10 ton/ha, TSP 100 kg/ha, Kcl 75 kg/ha. Sedang jarak tanam dalam bedengan 40 x 40 cm , 30 x 30 dan 20 x 20 cm.
Pilihlah bibit yang baik, pindahkan bibit dengan hati-hati, lalu membuat lubang dengan ukuran 4 – 8 x 6 – 10 cm.
E. PEMELIHARAAN.
Pemeliharaan adalah hal yang penting. Sehingga akan sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan didapat. Pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah penyiraman, penyiraman ini tergantung pada musim, bila musim penghujan dirasa berlebih maka kita perlu melakukan pengurangan air yang ada, tetapi sebaliknya bila musim kemarau tiba kita harus menambah air demi kecukupan tanaman sawi yang kita tanam. Bila tidak terlalu panaspenyiraman dilakukan sehari cukup sekali sore atau pagi hari.
Tahap selanjutnya yaitu penjarangan, penjarangan dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat.
Selanjutnya tahap yang dilakukan adalah penyulaman, penyulaman ialah tindakan penggantian tanaman ini dengan tanaman baru. Caranya sangat mudah yaitu tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit diganti dengan tanaman yang baru.
Penyiangan biasanya dilakukan 2 – 4 kali selama masa pertanaman sawi, disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng penanaman. Biasanya penyiangan dilakukan 1 atau 2 minggu setelah penanaman. Apabila perlu dilakukan penggemburan dan pengguludan bersamaan dengan penyiangan.
Pemupukan tambahan diberikan setelah 3 minggu tanam, yaitu dengan urea 50 kg/ha. Dapat juga dengan satu sendok the sekitar 25 gram dilarutkan dalam 25 liter air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan.
PENANAMAN VERTIKULTUR
Langkah – angkah penanaman secara vertikultur adalah sebagai berikut :
1. Benih disemaikan pada kotak persemaian denagn media pasir. Bibit dirawat hingga siap ditanaman pada umur 14 hari sejak benih disemaikan.
2. Sediakan media tanam berupa tanah top soil, pupuk kandang, pasir dan kompos dengan perbandingan 2:1:1:1 yang dicampur secara merata.
3. Masukkan campuran media tanam tersebut ke dalam polibag yang berukuran 20 x 30 cm.
4. Pindahkan bibit tanaman yang sudah siap tanam ke dalam polibag yang tersedia. Tanaman yang dipindahkan biasanya telah berdaun 3 – 5 helai.
5. Polibag yang sudah ditanami disusun pada rak-rak yang tersedia pada Lath House.
PENANAMAN HIDROPONIK.
Langkah-langkah penanaman secara hidroponik adalah sebagai berikut :
1. Siapkan wadah persemaian . Masukkan media berupa pasir halus yang disterilkan setebal 3 – 4 cm. Taburkan benih sawi di atasnya selanjutnya tutupi kembali dengan lapisan pasir setebal 0,5 cm.
2. Setelah bibit tumbuh dan berdaun 3 – 5 helai (umur 3 – 4 minggu0, bibit dicabut dengan hati-hati, selanjutnya bagian akarnya dicuci dengan air hingga bersih, akar yang terlalu panjang dapat digunting.
3. Bak penanaman diisi bagian bawahnya dengan kerikil steril setebal 7 – 10 cm, selanjutnya di sebelah atas ditambahkan lapisan pasir kasar yang juga sudah steril setebal 20 cm.
4. Buat lubang penanaman dengan jarak sekitar 25 x 25 cm, masukkan bibit ke lubang tersebut, tutupi bagian akar bibit dengan media hingga melewati leher akar, usahakan posisi bibit tegak lurus dengan media.
5. Berikan larutan hidroponik lewat penyiraman, dapat pula pemberian dilakukan dengan sistem drip irigation atau sistem lainnya, tanaman baru selanjutnya dipelihara hingga tumbuh besar.
HAMA DAN PENYAKIT
A. HAMA.
1. Ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis Zell.).
2. Ulat tritip (Plutella maculipennis).
3. Siput (Agriolimas sp.).
4. Ulat Thepa javanica.
5. Cacing bulu (cut worm).
B. PENYAKIT.
1. Penyakit akar pekuk.
2. Bercak daun alternaria.
3. Busuk basah (soft root).
4. Penyakit embun tepung (downy mildew).
5. Penyakit rebah semai (dumping off).
6. Busuk daun.
7. busuk Rhizoctonia (bottom root).
8. Bercak daun.
9. Virus mosaik.
PANEN DAN PENANGANAN PASCA PANEN.
Dalam hal pemanenan penting sekali diperhatikan umur panen dan cara panennya. Umur panen sawi paling lama 70 hari. Paling pendek umur 40 hari. Terlebih dahulu melihat fisik tanaman seperti warna, bentuk dan ukuran daun. Cara panen ada 2 macam yaitu mencabut seluruh tanaman beserta akarnya dan dengan memotong bagian pangkal batang yang berada di atas tanah dengan pisau tajam.
Pasca panen sawi yang perlu diperhatikan adalah :
1. Pencucian dan pembuangan kotoran.
2. Sortasi.
3. Pengemasan.
4. Penympanan.
5. Pengolahan.

Makalah PKL Pertanian


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Sejak awal peradaban, produktivitas yang merupakan kenyataan hidup telah ada. Hal itu munculsebagai proses pemikiran ekonomi pada akhir abad ke-15 yang pada waktu itu sering terjadikelaparan. Pada keadaan tersebut, kebutuhan pertama adalah meningkatkan produktivitas tanah.Menurut pendapat ahli pertanian, tanahlah yang menghasilkan nilai surplus yang kemudiandidukung oleh pihak lain. Walaupun teori para ahli pertanian ternyata tidak benar, namun intuisinyaadalah benar.
Produktivitas pertanian yang sebenarnya menyediakan dan menopang tenaga kerjayang diperlukan oleh industrialisasi (Hardjosoedarmo 2002:216).Dalam perubahan scenario, produktivitas memperoleh dimensi yang lebih besar sebagai proses yangmenghasilkan kualitas yang lebih baik. Hal ini merupakan hasil keyakinan bahwa terdapat perbedaanantara sarana kenikmatan hidup dan tingkat kenikmatan hidup yang diperoleh.Dalam konteks manajemen produktivitas sangat berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan.
Shrode dan Voich (1974) seperti yang dikutip Fatah (2000), mengatakan bahwa tujuan utamamanajemen adalah produktivitas dan kepuasan. Mungkin saja tujuan ini tidak tunggal bahkan jamakatau rangkap, seperti peningkatan mutu pendidikan/lulusannya, keuntungan/profit yang tinggi,pemenuhan kesempatan kerja, pembangunan daerah/nasional, tanggung jawab sosial. Tujuan-tujuan ini ditentukan berdasarkan penataan dan pengkajian terhadap situasi dan kondisi organisasi,seperti kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman.
Apabila produktivitas merupakan tujuan, maka perlu dipahami makna produktivitas itu sendiri. Fatah(2000) membatasi produktivitas sebagai ukuran kuantitas dan kualitas kinerja denganmempertimbangkan kemanfaatan sumber daya. Produktivitas itu sendiri dipengaruhi perkembanganbahan, teknologi, dan kinerja manusia. Pengertian konsep produktivitas berkembang dari pengertianteknis sampai dengan perilaku
1.2  RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan Latar Belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1.    Bagaimana menentukan tenaga kerja pada KLK ?
2.    Bagaimana proses rekrutmen dan seleksi pegawai / karyawan pada KLK
3.    Bagaimana pengembangan SDM pegawai ?
4.    Bagaimana sistem penggajian pada KLK ?
5.    Bagaimana Jaminan Keselematan Kerja ?
1.3  TUJUAN PKL
Secara umum, maksud dan tujuan dilaksanakannya Praktik KerjaLapangan (PKL) adalah sebagai berikut :
1.      Agar UNCP mampu melahirkan insan-insan yang professional, beriman, bertakwa,berbudi luhur, dan menguasai teknologi informasi.
2.      Memberikan pembelajaran dan pengalaman kepada mahasiswa akan sistem kerja didalam dunia kerja yang nyata
1.4  MANFAAT PKL
1)   Dapat mendewasakan pemikiran mahasiswa untuk melaksanakan dan memecahkan masalah dalam sektor pertanian.
2)   Memberikan keterampilan pada mahasiswa untuk melaksanakan program-program pengembangan pertanian.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.  KAJIAN TEORI
Sejarah Tentang MutuPada mulanya mutu produk ditentukan oleh produsen. Pada perkembangan selanjutnya, mutuproduk ditentukan oleh pembeli, dan produsen mengetahuinya bahwa produk itu bermutu bagusyang memang dapat dijual, karena produk tersebut dibutuhkan oleh pembeli dan bukan menjualproduk yang dapat diproduksi.Perkembangan mutu terpadu pada mulanya sebagai suatu system, perkembangan di AmerikaSerikat. Buah pikiran mereka pada mulanya kurang diperhatikan oleh masyarakat, khususnyamasyarakat bisnis. Namun beberapa dari mereka merupakan pemegang kunci dalam pengenalandan pengembangan konsep mutu. Sejak 1980 keterlibatan mereka dalam manajemen terpadu telahdihargai di seluruh dunia. Adapun konsep-konsep mereka tentang mutu terpadu secara garis besardapat dikemukakan berikut ini.1. F.W. Taylor (1856-1915
Seorang insiyur mengembangkan satu seri konsep yang merupakan dasar dari pembagian kerja(devision of work).Analisis dengan pendekatan gerak dan waktu (time and motion study) untuk pekerjaan manual,memperoleh gelar Bapak Manajemen Ilmiah (The Farther of Scientific Management). Dalambukunya tersebut Taylor menjelaskan beberapa elemen tentang teori manajemen, yaitu :
a.       Setiap orang harus mempunyai tugas yang jelas dan harus diselesaikan dalam satu hari.
b.      Pekerjaan harus memiliki peralatan yang standar untuk menyelesaikan tugas yang menjadibagiannya.
c.       Bonus dan intensif wajar diberikan kepada yang berprestasi maksimal.
d.      Penalti yang merupakan kerugian bagi pekerjaan yang tidak mencapai sasaran yang telahditentukan (personal loss).
Taylor memisahkan perencanaan dari perbaikan kerja dan dengan demikian memisahkan pekerjaan dari tanggung jawab untuk memperbaiki kerja.
Shewhart (1891-1967) mengatakanbahwa variasi terjadi pada setiap segi pengolahan dan variasi dapat dimengerti melalui penggunaanalat statistik yang sederhana. Sampling dan probabilitas digunakan untuk membuat control chartuntuk memudahkan para pemeriksa mutu, untuk memilih produk mana yang memenuhi mutu dantidak. Penemuan Shewhart sangat menarik bagi Deming dan Juran, dimana kedua sarjana ini ahlidalam bidang statistik.3. Edward DemingLahir tahun 1900 dan mendapat Ph. D pada 1972 sangat menyadari bahwa ia telah memberikanpelajaran tentang pengendalian mutu secara statistik kepada para insinyur bukan kepada paramanajer yang mempunyai wewenang untuk memutuskan.
Katanya : Quality is not determined onthe shop floor but in the executive suite. Pada 1950, beliau diundang oleh, The Union to JapaneseScientists and Engineers (JUSE) untuk memberikan ceramah tentang mutu. Pendekatan Demingdapat disimpulkan sebagai berikut : Quality is primarily the result of senior management actions and not the results of actions taken byworkers. The system of work that determines how work is performed and only managers can create system. Only manager can allocate resources, provide training to workers, select the equipment and toolsthat worekers use, and provide the plant and environment necessary to achieve quality. Only senior managers determine the market in which the firm will participate and what product orservice will be solved.Hal ini berarti bahwa tanpa keterlibatan pimpinan secara aktif tidak mungkin tercapai manajemenmutu terpadu. Prof JuranMengunjungi Jepang pada tahun 1945. Di Jepang Juran membantu pimpinan Jepang di dalammenstrukturisasi industri sehingga mampu mengekspor produk ke pasar dunia. Ia membantu Jepanguntuk mempraktekkan konsep mutu dan alat-alat yang dirancang untuk pabrik ke dalam suatu serikonsep yang menjadi dasar bagi suatu management process yang terpadu. Juranmendemonstrasikan tiga proses manajerial untuk mengelola keuangan suatu organisasi yang dikenaldengan trilogy Juran yaitu, Finance Planning, Financial control, financial improvement.
Adapun rincian trilogy itu sebagai berikut :
a.       Quality planning, suatu proses yang mengidentifikasi pelanggan dan proses yang akanmenyampaikan produk dan jasa dengan karakteristik yang tepat dan kemudian mentransferpengetahuan ini ke seluruh kaki tangan perusahaan guna memuaskan pelanggan.
b.      Quality control, suatu proses dimana produk benar-benar diperiksa dan dievaluasi, dibandingkandengan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan para pelanggan. Persoalan yang telah diketahuikemudian dipecahkan, misalnya mesin-mesin rusak segera diperbaiki.
c.       Quality improvement, suatu proses dimana mekanisme yang sudah mapan dipertahankansehingga mutu dapat dicapai berkelanjutan. Hal ini meliputi alokasi sumber-sumber, menugaskanorang-orang untuk menyelesaikan proyek mutu, melatih para karyawan yang terlibat dalam proyekmutu dan pada umumnya menetapkan suatu struktur permanen untuk mengejar mutu danmempertahankan apa yang telah dicapai sebelumnya.Uraian tokoh-tokoh mutu di atas sekedar menggambarkan secara singkat saja. Masih banyak parasarjana di bidang mutu yang tidak sempat ditulis pada kesempatan ini. Yang jelas para sarjanatersebut sependapat bahwa konsep :
d.      pentingnya perbaikan mutu secara terus menerus bagi setiapproduk walaupun tehnik yang diajarkan berbeda-beda
e.       Kini sampailah pada pengertian mutu yangdiambil dari America Society for Quality Control yang mengatakan : Quality is the totality of featuresand characteristics of a product or service that bear on its ability to satisty stated of implied needs(Kotler : 1994).Definisi di atas berkonotasi kepada pelanggan. Produk bermutu kalau dapat memuaskan parapelanggan yang mengkonsumsi produk tersebut.Manajemen mutu terpadu
Kitasependapatbahwa mutu tidak ditentukan oleh pekerjaan di bengkel atau oleh tehnis pemberi jasa yang bekerja melayani pelanggan akan tetapi ditentukan oleh para manajer senior suatuorganisasi yang berkat posisi yang dimilikinya bertanggung jawab kepada pelanggan, karyawan,pemasok dan pemegang saham untuk keberhasilan suatu usaha. Manajer senior ini mengalokasikanimplementasi proses manajemen yang memungkinkan perusahaan memenuhi visi dan misi mereka.Dengan mengkombinasikan prinsip-prinsip tentang mutu oleh para ahli dengan pengalaman praktektelah dicapai pengembangan suatu model sederhana akan tetapi sangat efektif untukmengimplementasikan manajemen mutu terpadu. Model tersebut terdiri dari komponen-komponenberikut :Tujuan : Perbaikan terus menerus, artinya mutu selalu diperbaiki dan disesuaikan dengan perubahanyang menyangkut kebutuhan dan keinginan para pelanggan.Prinsip : Fokus pada pelanggan, perbaikan proses dan keterlibatan total.Elemen : Kepemimpinan, pendidikan dan pelatihan, struktur pendukung, komunikasi, ganjaran danpengakuan serta pengukuran.Model di atas dibentuk berdasarkan tiga prinsip mutu terpadu yaitu :
1.      Fokus kepada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal.
2.      Fokus pada perbaikan proses kerja untuk memproduksi secara konsisten produk yang dapatditerima.
3.      Fokus yang memanfaatkan bakat para karyawan.Tiga prinsip mutuTiga prinsip mutu yang di atas yaitu :
·         Fokus pada pelangganMutu berdasarkan pada konsep bahwa setiap orang mempunyai pelanggan dan bahwa kebutuhandan harapan pelanggan harus dipenuhi setiap saat kalau organisasi/perusahaan secara keseluruhanbermaksud memenuhi kebutuhan pelanggan eksternal (pembeli).
·         Perbaikan prosesKonsep perbaikan terus menerus dibentuk berdasarkan pada premisi suatu seri (urutan) langkah-langkah kegiatan yang berkaitan dengan menghasilkan output seperti produk berupa barang dan jasa. Perhatian secara terus menerus bagi setiap langkah dalam proses kerja sangat penting untukmengurangi keragaman dari output dan memperbaiki keandalan. Tujuan pertama perbaikan secaraterus menerus ialah proses yang handal, dalam arti bahwa dapat diproduksi yang diinginkan setiapsaat tanpa variasi yang diminimumkan. Apabila keragaman telah dibuat minimum dan hasilnyabelum dapat diterima maka tujuan kedua dari perbaikan proses ialah merancang kembali prosestersebut untuk memproduksi output yang lebih dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, agarpelanggan puas.
·         Keterlibatan totalPendekatan ini dimulai dengan kepemimpinan manajemen senior yang aktif dan mencakup usahayang memanfaatkan bakat semua karyawan dalam suatu organisasi untuk mencapai suatukeunggulan kompetitif (competitive advantage) di pasar yang dimasuki.
Karyawan pada semuatingkatan diberi wewenang/kuasa untuk memperbaiki output melalui kerjasama dalam strukturkerja baru yang luwes (fleksibel) untuk memecahkan persoalan, memperbaiki proses danmemuaskan pelanggan. Pemasok juga dilibatkan dan dari waktu ke waktu menjadi mitra melaluikerjasama dengan para karyawan yang telah diberi wewenang/kuasa yang dapat menguntungkanorganisasi/perusahaan. Pada waktu yang sama keterlibatan pimpinan bekerjasama dengan karyawanyang telah diberi kuasa tersebut.Elemen pendukung dalam TQMElemen-elemen pendukung dimaksud adalah :
KepemimpinanManajer senior harus mengarahkan upaya pencapaian tujuan dengan memberikan, menggunakanalat dan bahan yang komunikatif, menggunakan data dan menggali siapa-siapa yang berhasilmenerapkan konsep manajemen mutu terpadu.
Ketika memutuskan untuk menggunakanMMT/TQM sebagai kunci proses manajemen, peranan manajer senior sebagai penasihat, guru danpimpinan tidak bisa diremehkan.Pimpinan Senior suatu organisasi harus sepenuhnya menghayati implikasi manajemen di dalamsuatu ekonomi internasional di mana manajer yang paling berhasil, paling mampu dan paling hebatpendidikannya di dunia, harus diperebutkan melalui persaingan yang ketat. Kenyataan hidup yangberat ini akan menyadarkan manajer senior mengakui bahwa mereka harus mengembangkan secarapartisipatif, baik misi dan visi mereka maupun proses manajemen, yang dapat mereka pergunakanuntuk mencapai keduanya.Pimpinan bisnis harus mengerti bahwa MMT adalah suatu proses yang terdiri dari tiga prinsip danelemen-elemen pendukung yang harus mereka kelola agar mencapai perbaikan mutu yangberkesinambungan sebagai kunci keunggulan bersaing.
Pendidikan dan PelatihanMutu didasarkan pada ketrampilan setiap karyawan yang pengertiannya tentang apa yangdibutuhkan oleh pelanggan ini mencakup mendidik dan melatih semua karyawan, memberikan baikinformasi yang mereka butuhkan untuk menjamin perbaikan mutu dan memecahkan persoalan.Pelatihan inti ini memastikan bahwa suatu bahasa dan suatu set alat yang sama akan diperbaiki diseluruh perusahaan. Pelatihan tambahan pada bench marking, statistik dan teknik lainnya juga dipergunakan dalam rangka mencapai kepuasan pelanggan yang paripurna.
Struktur PendukungManajer senior mungkin memerlukan dukungan untuk melakukan perubahan yang dianggap perlumelaksanakan strategi pencapaian mutu. Dukungan semacam ini mungkin diperoleh dari luarmelalui konsultan, akan tetapi lebih baik kalau diperoleh dari dalam organisasi itu sendiri. Suatu staf pendukung yang kecil dapat membantu tim manajemen senior untuk mengartikan konsep mengenaimutu, membantu melalui network dengan manajer mutu di bagian lain dalam organisasi danmembantu sebagai narasumber mengenai topik-topik yang berhubungan dengan mutu bagi timmanajer senior.
KomunikasiKomunikasi dalam suatu lingkungan mutu mungkin perlu ditempuh dengan cara berbeda-beda agardapat berkomunimasi kepada seluruh karyawan mengenai suatu komitmen yang sungguh-sungguhuntuk melakukan perubahan dalam usaha peningkatan mutu. Secara ideal manajer harus bertemupribadi dengan para karyawan untuk menyampaikan informasi, memberikan pengarahan, danmenjawab pertanyaan dari setiap karyawan.
Ganjaran dan PengakuanTim individu yang berhasil menerapkan proses mutu harus diakui dan mungkin diberi ganjaran,sehingga karyawan lainnya sebagai anggota organisasi akan mengetahui apa yang diharapkan. Gagal mengenali seseorang mencapai sukses dengan menggunakan proses menejemen mutu terpadu akanmemberikan kesan bahwa ini bukan arah menuju pekerjaan yang sukses, dan menungkinkanpromosi atau sukses individu secara menyeluruh. Jadi pada dasarnya karyawan yang berhasilmencapai mutu tertentu harus diakui dan diberi ganjaran agar dapat menjadi panutan/contoh bagikaryawan lainnya.
PengukuranPenggunaan data hasil pengukuran menjadi sangat penting di dalam menetapkan prosesmanajemen mutu. Jelaskan, pendapat harus diganti dengan data dan setiap orang harus diberitahubahwa yang penting bukan yang dipikirkan akan tetapi yang diketahuinya berdasarkan data. Didalam menentukan penggunaan data, kepuasan pelanggan eksternal harus diukur untukmenentukan seberapa jauh pengetahuan pelanggan bahwa kebutuhan mereka benar-benardipenuhi.Pengumpulan data pelanggan memberikan suatu tujuan dan penilaian kinerja yang realistis sertasangat berguna di dalam memotivasi setiap orang/karyawan untuk mengetahui persoalan yangsebenarnya.
Di samping keenam elemen pendukung di atas, maka ada unsure yang tidak bisa diabaikan yaitugaya kepemimpinan dalam organisasi/perusahaan bersangkutan. Suatu cara/gaya bagaimanaseorang manajer sebagai seorang pimpinan melakukan sesuatu sangat berpengaruh padapelaksanaan tugas yang dilakukan oleh bawahan/karyawan.
Terdapat 13 hal yang perlu dimiliki oleh seorang pimpinan dalam manajemen mutu terpadu yaitu :
a.       Pimpinan mendasarkan keputusan pada data, bukan hanya pendapat saja.
b.      Pimpinan merupakan pelatih, dan fasilitator bagi setiap individu/bawahan.
c.       Pimpinan harus secara aktif terlibat dalam pemecahan masalah yang dihadapi oleh bawahan.
d.      Pimpinan harus bisa membangun komitmen, yang menjamin bahwa setiap orang memahami misi,visi, nilai dan target perusahaan yang jelas.
e.       Pimpinan dapat membangun dan memelihara kepercayaan
f.       Pimpinan harus paham betul untuk mengucapkan terima kasih kepada bawahan yangberhasil/berjasa
g.      Aktif mengadakan kaderisasi melalui pendidikan dan pelatihan yang terprogram
h.      Berorientasi selalu pada pelanggan internal/eksternal
i.        Pendai menilai situasi dan kemampuan orang lain secara tepat
j.        Dapat menciptakan suasana kerja yang sangat menyenangkan
k.      Mau mendengar dan menyadari kesalahan
l.        Selalu berusaha memperbaiki system dan banyak berimprovisasi
m.    Bersedia belajar kapan saja dan di mana saja
Bagaimana Penerapannya di Indonesia?Berdasarkan data yang ada telah dibuktikan penerapan manajemen mutu terpadu telah berhasildengan baik di Jepang kalau dilaksanakan secara konsekuen, sehingga membuktikan produk Jepangtelah menbanjiri pasar, terutama di Amerika Serikat untuk produk mobil dan elektronik, walaupuncikal bakal manajemen mutu berasal dari negara Paman Sam tersebut. Sukses ekonomi luar biasa inirupakan menyadarkan Amerika Serikat untuk menerapkan manajemen mutu terpadu. Hal inikemudian diikuti oleh negara-negara di Eropa dan Timur Tengah dalam tingkat perintisan.Mungkinkah TQM dapat diterapkan di Indonesia?
Jawabnya mungkin saja kalau dipenuhi syarat-syarat berikut :Setiap perusahaan/organisasi harus secara terus meneurus melakukan perbaikan mutu produk danpelayanan, sehingga dapat memuaskan para pelanggan.Memberikan kepuasan kepada pemilik, pemasok, karyawan dan para pemegang saham.Memiliki wawasan jauh kedepan dalam mencari laba dan memberikan kepuasan.Fokus utama ditujukan pada proses, baru menyusul hasil.Menciptakan kondisi di mana para karyawan aktif berpartisipasi dalam menciptakan keunggulanmutu.Ciptakan kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan dan aktif memotivasi karyawan bukandengan cara otoriter, sehingga di peroleh suasan kondusif bagi lahirnya ide-ide baru.Rela memberikan ganjaran, pengakuan bagi yang sukses dan mudah memberikan maaf bagi yangbelum berhasil/berbuat salah.Setiap keputusan harus berdasarkan pada data, baru berdasarkan pengalaman/ pendapat.Setiap langkah kegiatan harus selalu terukur jelas, sehingga pengawasan lebih mudah.Program pendidikan dan pelatihan hendaknya menjadi urutan utama dalam upaya peningkatanmutu




BAB III
METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
3.1. Lokasi dan waktu Pelaksanaan
Lokasi dan Waktu penelitian ini dilaksanakan di Desa Sumberdadi Kec.Bone-Bone  Kab. Luwu Utara dengan pertimbangan untuk persyaratan lokasi kegiatan ini mudah di jangkau dan memenuhi syarat untuk penelitian. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 23 Mei sampai 9 Juni 2012.
























BAB IV
PEMBAHASAN
4.1. Penentuan Tenaga Kerja
Dalam menentukan tenaga kerja atau karyawan Kantor Latihan Kerja, Kepalah Kantor melihat dari segi kebutuhan pegawai yaitu melihat posisi yang kosong dalam kantornya kemudian menempatkan beberapa anggotanya pada posisi tersebut.
4.2. Proses Rekrutmen Dan Seleksi Pegawai
Sebelum dapat mengisi sebuah lowongan kerja, organisasi haruslah terlebih dahulu mencari orang-orang yang tidak hanya memenuhi syarat untuk posisi tersebut, namun juga menginginkan pekerjaan. Sebuah organisasi memerlukan sejumlah tenaga kerja dalam usaha mewujudkan eksistensinya, yang terarah pada pencapaian tujuannya. Tenaga kerja tersebut berfungsi sebagai pelaksana pekerjaan yang menjadi tugas pokok organisasi.
Setelah diadakan perencanaan SDM, dan analisis serta klasifikasi pekerjaan, maka langkah berikutnya adalah meleksanakan rekrutman. Rekrutmen merupakan proses mencari, menemukan, dan menarik pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi atau perusahaan. Maksud rekrutmen adalah untuk mendapat persediaan sebanyak mungkin calon-calon pelamar sehingga organisasi atau perusahaan akan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan pilihan terhadap calon pekerjaan yang dianggap memenuhi standar kualifikasi atau perusahaan. Proses rekrutmen berlangsung mulai dari saat mencari pelamar hingga pengajuan lamaran oleh pelamar.
Dalam proses rekrutmen dan seleksi pegawai pada KLK Pimpinan KLK melakukan beberapa Tes untuk menguji setiap peserta sehingga pihak KLK betul – betul mendapatkan pegawai yang sesuai dengan kebutuhan KLK.
Dalam proses rekrutmen dan seleksi pegawai pihak KLK melakukan beberapa tes diantaranya seperti:
a.       Tes tertulis
b.      Tes wawancara
4.3. Pengembangan SDM Pegawai
Untuk meningkatkan SDM pada KLK Kepala Kantor melakukan beberapa program pelatihan kepada pegawainya. Program – program tersebut di harapkan dapat meningkatkan kualitas SDM pegawai pada KLK
Program – Program tersebut yaitu :
a.       Pelatihan Keterampilan
b.      Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur
c.       Bimbingan teknis implementasi peraturan perundang – undangan
d.      Pelatihan Penyusunan laporan capaian kinerja dan iktisar realisasi kinerja
e.       Proram peningkatan penerapan teknologi pertanian / perkebunan
Penyusunan program diatas di harapkan mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia pada KLK sehingga kedepanya KLK mampu menghasilkan tenaga-tenaga kerja yang terampil dan siap kerja dalam berbagai bidang sehingga
4.4. Sistem Penggajian
Upah Minimum adalah suatu standar minimum yang digunakan oleh para pengusaha atau pelaku industri untuk memberikan upah kepada pekerja di dalam lingkungan usaha atau kerjanya. Karena pemenuhan kebutuhan yang layak di setiap provinsi berbeda-beda, maka disebut Upah Minimum Provinsi. 
Pasal 89 Undang-Undang Nomor 13 menyatakan bahwa penentuan upah minimum diarahkan kepada pemenuhan kebutuhan kehidupan yang layak. Upah minimum ditentukan oleh Gubernur setelah mempertimbangkan rekomendasi dari Dewan Pengupahan Provinsi yang terdiri dari pihak pengusaha, pemerintah dan serikat buruh/serikat pekerja ditambah perguruan tinggi dan pakar.
Dalam sistem penggajian pada KLK, setiap pegawai memiliki Gaji yang berbeda system penggajian di dasarkan pada pangkat dan golongan setiap pegawai yang ada pada KLK. Karena KLK merupakan Lembaga milik Pemerintah sehingga pegawai pada KLK sebagian besar merupakan Pegawai Negeri Sipil atau PNS.
Namun ada beberapa posisi dalam KLK yang di tempati oleh pegawai non PNS seperti Satpam, klining servis dan lain-lain mereka di Gaji sesuai dengan tingkat Tanggung Jawab mereka yaitu di dasarkan pada kerumitan dan resiko pekerjaan yang mereka lakukan.
4.5. jaminan keselamatan kerja
   Proteksi merupakan sistem perlinduangan berupa kompensasi yang tidak dalam bentuk imbalan, baik langsung maupun tidak langsung, yang diterapkan oleh prusahan kepada pekerja. Proteksi ini dengan memberikan rasa aman, baik dari sisi financial, kesehatan, maupun keselamatan fisik bagai pekerja sehingga pekerja dapat beraktivitas dengan tenang dan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningaktan nilai tambah perusahaan.
Proteksi atau perlindungan pekerja merupakan suatu keaharusan bagi perusahaan yang diwajibkan oleh pemerintah melalui peraturan perudang – udangan. Dalam melaksanakan program prteksi, banyak perusahaan bekerja sama dengan perusahan asuransi yang memberikan peranggungan terhadap kemungkinan timbulnya masalah kesehatan, financial atau masalah lainnya yang dihadapi atau dialami oleh pekerja dan kelurganya di kemudian hari. Praktisnya, pemberian proteksi ini kualitasnya tidak sama diantara masing – masing pekerja, tergantung dari kedudukan dan tangguang jawab mereka masing – masing .
Keselamatan kerja menunjuk kepada kondisi – kondisi fisiologis-fisikal dan pisiologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan. Jika sebuah perusahaan melaksanakan tindakan – tindakan keselamatan yang efektif, maka tidak akan ada lagi kecelakaan dalam pekerja hal ini akan lebih mempercepat kesejahtraan karyawan yang nantinya juga berimbas pada hasil – hasil produksi perusahaan ini
Peranan departemen sumber daya manusia dalam keselamatan kerja merupakan peranan yang sangat vital dalam perusahaan, departemen inilah yang merencanakan program keselamatan kerja karyawan sampi dangan pelaksanaannya














BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.  Kesimpulan
Input, proses, output dan outcomes merupakan kristalisasi dari pentingnya pencapaian produktivitas dalam sebuah organisasi, termasuk bidang pendidikan. Hal tersebut dapat terwujud apabila menerapkan Total Quality Management (TQM). Penerapan TQM sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan tidak bisa berhasil secara instant, artinya perubahan inovatif yang diharapkan tidak dapat terwujud secara langsung. Karenanya diperlukan upaya yang berkesinambungan agar dapatmewujudkan produktivitas yang tinggi.
5.2.  Saran
Mewujudkan kondisi ideal di mana TQM dapat efektif, diperlukan kebersamaan dan kerjasamaseluruh komponen penyelenggara suatu organisasi/ pendidikan, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia . Dengan demikian produktivitas yang diharapkan sangat tergantung bagaimana setiap komponen pendidikan memaknai dan mengaplikasikan.

















DAFTAR PUSTAKA
Fattah, Nanang. 2000. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. --------- 2000. Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Gaffar, Fakry. 1989. Menghargai Pengabdian Guru. Bandung: University Press Universitas PendidikanIndonesia.
Hardjosoedarmo, Soewarso. 2002. Total Quality Management. Yogyakarta: Andi.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More